Selasa, 24 Agustus 2010

E-Novel (electronic novel) part 8

Garing banget sih itu percakapan. Bosen deh, hari ini bakalan di rumah aja sama ka Fana, bengong aja nontonin tipi sama makan keripik. Euh, bosen ah. Aku sudah dapat menebak hari ini akan sangaaat tidak seru dan tidak berkesan juga. --" aahh.. MALES. Tapi tiba-tiba..

"Runi! Mau jalan-jalan ga?"
Suara ka Fana memecah lamunanku. Padahal, aku sedang asik bengong di kamar. Aku keluar kamar, dan,
"Kemana ka?"
"Ya, jalan-jalan aja gitu. Mau ga?"
"Ka Fana ga ke sekolah nih? Lagi sibuk enggak?"
"Mm, ke sekolah kurang kerjaan, mending ke tempat seru. Lagian ka Fana ga sibuk ko"
"Ya udah deh, kalo gitu, Ran mau"
"Oke deh. Jam setengah sebelas berangkat yah? Biar makan siang nya di luar"
"Oh iya ka, dibayain kaka kan?"
"Waah, kamu inget aja. Iya dong"
"Oh, oke oke. Runi siap-siap ya?"
"Terserah ah, padahalkan masih lama Ran, baru aja jam sembilan"
"Kan Ran kalo mandi lama"
"Em"

Dan yaudah deh. Aku mandi, pake baju yang biasa nya aku pake (kaos pendek sama celana jeans), terus nge-cek hape, takut-takut ada sms. Dan tiba-tiba kau inget sama sms yang tidak dikenal pengirim nya itu. Segera ku raih hp ku, dan keluar kamar untuk menemui ka Fana, tapi ka Fana ternyata lagi mandi, yaudah. Kutunggu sampai ka Fana selesai mandi dan siap. Ka Fana mengajak ku untuk berangkat tapi

"Ka Fana! Mau tanya boleh?"
"Boleh. Apa?"
"Kaka tau nomor ini?" ku berikan hp ku pada ka Fana
Ka Fana meraih hp ku dan membuka hp nya. Ia nampak sedang mencari nomor itu di daftar kontak nya
"Di kontak kamu ga ada? Kamu ga punya temen yang nomornya ini?"
"Tidak"
"Hem. Kalo ka Fana sih ngerasa nya pernah liat nomor yang banyak 3 nya kaya gini, dan belakang nya juga 69. Tapi di kontak kaka ga ada. Siapa ya? Kaya nya, temen kaka pernah sms kaka pake nomor ini. Tapi, kemaren kaka nge-delete semua sms."
"Yaah. Padahal Ran penasaran banget sama pengirim sms itu"
"Dia udah berkali kali sms kamu?" Ka Fana kaget melihat inbox ku yang tertera nomor itu lebih dari sekali.
"Ran, kalo kamu di sms dia, kamu bales apa?"
"Ga bales sama sekali"
"Dia pernah nelepon?"
"Enggak sih"
"Hemm." Ka Fana berpikir layaknya detektif yang mencari pelaku pencurian.
"Eh, yaudah deh ka. Kalo ka Fana ga tau juga ga apa-apa. Ini kan cuma kalo ka Fana tau aja. Makasih ya ka"
"Oh. Eh, yaudah deh, kalo gitu berangkat yu"
"Ayo"

Ka Fana pun menaiki motornya dan aku pun duduk dibelakang nya. Ka Fana bilang, kami akan ke ramayana Serang. Ya udah deh, ikutan aja, aku kan belum tau banyak daerah sini.
Dan sampe juga deh, kalo menurut pendapatku. ramayana Serang itu masih kalah ketimbang BTM di Bogor. Di Serang lebih kecil, lift nya geje, toilet nya ga keurus, tempat makannya ga seru, dan ga terlalu lengkap mall nya. Bingung ah ngejelasin nya. Pokonya kalo menurut aku, dari luar, ramayana Serang itu lumayan lah, bagus bagus gitu deh. Tapi dalemnya itu rada-rada kurang meyakinkan :P

"Udah sampe, turun yuk."
"Iya"
Aku masih merasa asing di sini, kurang bersahabat. Aku pun mengikuti ka Fana masuk ke mol.
"Mau apa dulu nih? Makan dulu aja kali ya?"
"Kan bukannya barusan makan?"
"Ih, tadi kan makannya dikit, ga kenyang dan lain-lain. Udah deh, gausah mikirin bayar, ka Fana traktir"
"Hehe, kaka tau aje"
"Heuu"
"Makan apa?"
"Kamu maunya apa?"
"Apa ya? Ada nya apa?"
"Ada macem-macem sih, tapi kayanya mendingan KFC aja ya?"
"Oh, yaudah"

Kami pun berjalan beriringan menuju KFC. Disana aku memesan 1 nasi ayam, ka Fana pun begitu. Dan kami makan di lantai atas KFC itu. Rasanya sih sama aja kaya KFC KFC yang lainnya. sama-sama ayam ko. Tapi yang beda itu suasanaya, disini lebih rame dari pada di Bogor, gatau kenapa. Padahal kan Bogor lebih gede dari Serang. Apa karena cuma ini mol satu satu nya di Serang ya? Jadi semuanya numpuk disini, beda sama Bogor yang ada macem-macem mol.

Ahirnya, setelah selesai melahap santapan lezat di KFC, ka Fana mengajak ku main di arena bermain yang bisa disebut semacam 'timezone' tapi bukan itu namanya, aku lupa dan tidak terlalu ingat. Pokonya aku dan ka Fana main disana sekitar 30 menit. Lumayan sih, seru seru aja, tapi masih tidak terlalu mengesankan. Meskipun aku lebih seneng kaya gini daripada bengong di rumah kurang kerjaan. Seselesainya bermain koin, aku dan ka Fana melihat-lihat buku di toko buku yang tak jauh dari arena bermain itu. Ka Fana sempat menawarkan aku untuk membeli buku seperti ka Fana yang memborong 4 buku sekaligus. Tapi aku belum menemukan buku yang tepat. Setelah berputar-putar sekitar 20 menit, aku menemukan buku yang tampaknya seru dan menarik untuk dibaca. Ka Fana berniat membayarnya untuk ku, tapi aku ingin membeli nya dengan uang ku sendiri, itu lebih menyenangkan di banding dibayarin.

Setelah itu semua, ka Fana menawarkan aku untuk melihat-lihat setiap toko yang kamu lewati, meskipun nggak semuanya. Sempat aku melihat jam coklat yang berhiaskan daun daunan, aku sangat tertarik, dan ka Fana membelikannya untuk ku, karena uangku kebetulan tak cukup, tapi aku berniat untuk mengembalikannya nanti. Ka Fana juga membeli sebuah gantungan hp, gelang kayu yang unik, dan juga bingkai foto. Ahirnya, dengan membawa beberapa kantong plastik kecil, aku dan ka Fana pulang ke rumah, tapi sebelum itu, ka Fana membeli 1 pizza ukuran kecil dulu. Wahaha, kayanya ka Fana bener-bener lagi banyak uang nih sekarang :D

Sesampainya di rumah
"Heuh. Gimana Ran? Mantep gak?"
"Lumayan sih ka. Luayan ngures tenaga"
"Hah. Bener tuh, tapi asik kan?"
"Ya iya dong"
"Ya iya lah kali :P"
"Hahah, itu ajalah"

Aku sudah mulai merasakan enak dan tidak enaknya tinggal bersama ka Fana, enaknyasih bisa ngobrol-ngobrol bareng dengan santai tanpa perlu pake bahasa baku kaya yang biasanya aku pake buat ngomong sama bapak dan ibu. Ga enak nya itu kalo ka Fana lagi bad mood terus marah-marah ga jelas, karena kalo lagi marah ka Fana itu gampang kesinggung, nanti marahnya makin menjadi jadi deh. Ya, namanya orang lagi marah.

Duh, Sedikit yah?
Maaf yah kalo sedikit dan kurang memuaskan
Karena lagi bingung nih..
Tapi jangan menyerah, jangan putus asa
nantikan aja terus kelanjutannya
di "Menu Blog"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar