Rabu, 21 Juli 2010

E-Novel (elctronic novel) part 5

Dan dia ga bales-bales lagi. Entah karena dia sedih, marah, seneng, atau apapun itu, aku ga tau perasaan nya sekarang meski aku sahabatnya.

Aku sekarang
merasa agak mengerti tentang perasaan nya sekarang. Mungkin dia sedih karena perpisahan, dan mungkin dia marah karena berpisah, mungkin juga dia senang karena aku masih peduli padanya walau jauh, dan mungkin perasaan nya bersalah, karena dia merasa akan punya sahabat baru dan melupakan ku. Itu beberapa hal yang ku fikirkan jika aku menjadi Yuni.

Setelah aku selesai menggunakan fb, plurk, twitter, ym, friendster, kaskus, miniclip, blog bikinan gue ('cara gue' boleh dong promosi), google, wikipedia, googletranslate, kidnesia, koprol, dan lain-lain yang sebenernya ga gue buka, saya menutup laptop ka Fana dengan santai, kemudian.. krucuk, perutku laper lagi nih. kulirik jam dinding kamar ka Fana, sudah jam 2 siang. aku mulai merasa lapar lagi, padahal serasa barusan aja makan mie. eh, sekarang udah laper lagi aja. Nah, kan. aku bingung tuh, kalo makan mie lagi, palingan baru bentar udah laper lagi kaya sekarang. Sempet nih mikir, ka Fana itu ga ikhlas tinggal berdua sama aku di Serang. Males deh aku juga kalo ka Fana nya juga ga ikhlas mah, huh. capedeh. Karena ga ada pilihan lain, dan karena emang aku gamau ya, kalo harus pergi di sebuah kota yang ga aku kenal SENDIRIAN. Jadi deh, aku bikin mie lagi.

Berjam-jam ku tunggu kepulangan ka Fana tercinta (lebay). Tapi ka Fana tak kunjung datang. Akhirnya aku tertidur, dan bangun karena badan ku di guncang-guncang ka Fana.
"weeh, Ran! pemalesan kamu ini. bangun ah. Ka Fana cape nih. kamu enak-enak kan tidur lagi."
"Loh? Ka Fana? Udah pulang? Ini jam berapa?"
"Jam 5"
"Eh, ka, jangan marah dong, ada apa sih? Ko marah-marah? Runi salah apa? Runi kan bosen, masa diem doang di rumah. Mending tidur ka"
"..."
"Ka?"
"Hem? Udah ah."
Kemudia ka Fana langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintu nya. Aku bingung serebu keliling. Apa sih maksud ka Fana itu? Perasaan waktu berangkat, dan bahasa di surat yang ditinggalkan untuk ku juga dengan bahasa orang iseng yang lagi hepi banget, kenapa ya ka Fana malah pulang dengan wajah kusem? Nah, terusnya, ka Fana bilang pulangnya bakal jam setengah 6an, kenapa setengah jam lebih cepet ya? Apa urusannya udah selese lebih cepet? Padahal kan, ka Fana itu hampir selalu melakukan hal yang sesuai yang dia katakan. Waduh, makin penasaran lah daku ini.

Pendek banget ya ceritanya?
waah, maaf ya... bukan mau saya loh
saya udah ada yang seru
tapi buat belakangan...
maaf maaf banget
makasih udah suka baca "Menu Blog"
Jadi jangan manyerah, jangan putus asa,
nantikan terus kelanjutannya di "Menu Blog"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar