Senin, 27 September 2010

E-Novel (electronic novel) part 12

Ahirnya, setelah kurang lebih 23 menit, kami sampai di sekolah tercinta. Aku dan Sela memasuki kelas 7d dan melihat ada Aca, Galih, Deni yang mengobrol, dan ada juga anak-anak yang lainnya yang sibuk sendiri. Kuletakan tas ku di sebelah Deni, dan Deni di sebelah Galih, Aca di belakang Deni, dan Sela di belakang ku. Kurasa, nanti Oni duduk di sebelah ku.

"Ran, Sel, berangkat bareng?" kata Aca
"Yo'i dong." kata ku
"Wiih, seru ya. Yang rumahnya deketan. Iya sih tuuh" kata Galih
"Hehe, kalo mau berangkat bareng, bilang aja kali Lih. Kan kita juga masih searah" kata Sela
"He.. Boleh kaga? Kalo boleh, hari ini pulang bareng yok" kata Galih
"Ayok ayok aja saya mah, gimana Ran?" kata Sela
"Eh, ya okelah kalo begitu" kata ku

Dan kami mulai mengobrolkan obrolan-obrolan lain mengenai sekolah baru kami ini, temen-temen yang belum akrab, guru-guru, dan yang bersangkutan dengan sekolah ini. Kurang lebih 7 menit setelah aku datang, Oni pun sampai di sekolah. Kami pun menyambut kedatangan penuh keceriaan, dan setelah 3 menit Yega dateng deeh.
Karena cuma bisa ngobrol, kami pun ngobrol, ber tujuh kami ngobrol dan ga kerasa udah bel ajalah.

TENG TONG TENG

"Yaah, udah bel. Ga bisa ngobrol lagi deh" kata Aca
"Ga apa-apalah, nanti juga kan bisa ngobrol" kata Galih

Ga lama setelah bel bunyi, sang kaka kaka baik hati pun datang (em..)

"Hola amigos!" kata ka Riko
"Ape sih lu Ko?" kata ka Sinta
"Oke semuanya. Sekarang kan udah sekarang. Eh, maksudnya, udah itu ajalah ya. Pada ngerti kan maksudnya?" kata ka Putri
Sunyi
"Jadi pokonya.. Gitu ajalah. Gimana yah? Bingung jelasin nya" kata ka Putri
"LUPAKAN" kata ka Yasmin
"Nah, bener tuh, dengerin aja kata ka Yasmin, lupakan! hehehe" kata ka Putri

Meskipun emang kaka kaka nya itu geje, tapi kalo menurut saya, kaka kaka nya tetep aja sebenernya baik banget, dan seru seru. Geje geje gitu juga seru tauu..

"Nah, semua nya. Kita mau ngapain yah?" kata ka Riko
"Main lagi mau ga?"
"Boleh sih, tapi nanti jam 9 udah mulai nyiapin yang buat nginep itu tuh" kata ka Yasmin
"Iya yah. Kalo gitu polling nya kapan?" kata ka Sinta, sambil memelankan suaranya
"Hari ini aja kali ya. Biar besoknya udah tenang gitu" jawab ka Yasmin dengan suara pelan juga

"Okelah semuanya, kita mau main permainan bikinan ka Putri aja ya" kata ka Putri
"Eh, main apaan?" kata ka Riko
"Permainan ciptaan saya dong. Jadi, cara mainnya gini. Kaka sebut satu kata, terus kalian ngikutin ucapan kaka, kalo udah kaka sebut kata lagi, terus kalian ngulangin lagi, sampai banyak, tapi di terahirnya, kaka bakalan nanya, contoh 'kata ke2' terus kalian bilang kata ke2 yang kalian ucapin tadi. Ngerti ga?"
Seperti biasa, Sunyi

Sebentar suasana sunyi banget, semua bengong ngeliat ka Putri. Tiba-tiba..
"Oh, iya! Gua ngerti! Gua ngerti! jadinya ngulangin-ngulangin kata, terusnya ditanya kata yang keberapa gitu kan?" kata ka Riko
"Oh, gitu.. Iya, saya juga ngerti" kata ka Yasmin
"Oh, oh, oh. Iya, sama, gue ngerti!"
"Nah, iya iya. Bener. Yess, pada ngerti" kata ka Putri
"Sekarang kalian pada ngerti ga?" kata ka Riko pada murid-murid 7d
Sunyi lagi deeh (Abisan bingung mau ngomong apa)

"Kita contohin ya" kata ka Riko
"Saya yang ngomong ya Ko" kata ka Yasmin
"Okeh, silahkan dimulai Melati.."
"Ayam" kata ka Yasmin
"Ayam" kata kaka lainnya
"Meja"
"Meja"
"Sapi"
"Sapi"
"Kata pertama!" kata ka Yasmin
"Ayam!" kata kaka lainnya
"Yeeee! Nah, sekarang udah pada ngerti belom?" kata kaka kaka yang heboh itu
"Udah, udah!" jawab beberapa anak

Tapi masih ada beberapa anak lagi yang masih bengong, kayanya sih ga ngerti. Salah satunya Deni.
"Ngerti ga Den?" kata ku
"Eh, yaah, di ngerti-ngerti-in aja deh" kata Deni

"Kaya nya masih ada yang belom ngerti deh, mau dicontohin sekali lagi ga?"
"Maooo" kata murid yang masih bingung

"Gini nih, ka Riko yang ngomong ya" kata ka Riko
"Sok lah" kata yang lainnya
"Curut" kata ka Riko
"Curut" kata kaka lainnya
"Weddush" ka Riko
"Weddush" ka lain
"Cecak" Riko
"Cecak" Lain
"Soto" Riko
"Soto" Lainnya
"Kata kedua" kata ka Riko
"Ehm.. Apa ya. Euh! Itu, Weddush!" kata ka Sinta dan disusul oleh ka Putri dan ka Yasmin
"Oooh.."

Bersahutan terdengar suara 'Ooh' dari segala penjuru kelas. Dan kaka kaka itu pun sudah mulai yakin bahwa seluruh murid asuhan nya ini sudah mengerti permainan ciptaan ka Putri ini.

"Naah, udah pada ngerti kaan? Mau main kaan?" kata ka Putri
"Mauuuuuuuuu" Sorak sorai anak-anak keras sekali
"Woy, woi, WOOOOIII! Dieem!"

Sunyi (Lagi)

"Nah, udah tenang kan. Nanti jawab nya ditunjuk yaa. jadi ga semua nya jawab barengan" kata ka Putri
"Oke deh" kata sebagian anak murid 7d
"Hem, mulai yaa. Yoyo" kata ka Putri
"Yoyo"
"Teh"
"Teh"
"Semen"
"Semen"
"Tongkat"
"Tongkat"
"Bulu"
"Bulu" kata anak-anak
"Kata ke-empat!" kata ka Putri

Sejenak anak-anak tampak berhitung, sunyi seeekali.. Setelah sedikitnya kurang lebih 23 detik, anak-anak mulai tersenyum, menandakan tau jawabannya.

"Nah, kamu boleh dong. Ayo apa jawabannya?" kata ka Putri
Wew, pilihan pertama ka Putri ternyata anak yang kurang beruntung, dan namanya adalah Yega!

"Ehm. Saya ka?" kata Yega ragu
"Iya dong. Boleh minta jawabannya?"
"Emm.. Eeh.. Jawabannya itu.. Tongkat?" Jawab Yega dengan sangat ga yakin
"Hem? Tongkat? Yakin lo?" kata ka Putri dengan nada yang kurang meyakinkan
"Iya ka, iya."
"Waah, kamu adalah orang yang akan menangis"
Deg, sunyi senyap. Hati Yega dapat diperkirakan ada dalam kondisi yang sangat kritis.
"Karena, kamu berhasil menjawab dengan benar!! Yeee!"

Dan apa kalian tau kelanjutannya? Kata-kata ka Putri emang gak bohong. Yega nangis! Pada saat itu juga. Dia guling-gulingan di lantai, ngegelinding maju mundur, ber air mata, sujud syukur berkali-kali, dan matanya sampe merah gara-gara nangis nya puaas banget.

"Eh, eh, eh. jangan nangis beneran dong" kata ka Putri panik
"Eh, Put. Gara-gara lo nih" kata ka Sinta
"Ih, maap dong. Kan tadi cuma becanda"
"Makasih kaaa.. makasiiih, huaaahaaaa" kata Yega pada ka Putri sambil terus menangis
"Iya, iya. Makanya udah dong nangis nya. Kan tadi cuma permainan"
"Ehk, ek, iya ka..a.. makasih ya.." Yega pun mulai tersenyum dan duduk kembali di kursinya

Setelah Yega ditenangkan oleh Galih, Kaka kaka itu tampak merundingkan sesuatu. Dan, meskipun niat mereka mau bisik-bisik-an, tapi tetep aja suara nya kedengeran meski ga teralu jelas. Garis besar nya gini aja

"Eh, tuh anak beneran cowo bukan sih?" kata ka Putri
"Iya, gue kira, reaksinya ga kaya gitu" kata ka Riko
"Yaah, mungkin dia emang cowo sensitif, hihi" kata ka Yasmin
"Yah, mahluk apapun dia, dia tetep anak didik kita, pokonya sekarang kita lanjutin aja mainnya"
"Tapi saya ga yakin sekarang" kata ka Yasmin
"Gara-gara kamu takut ada yang histeris lagi?" kata ka Sinta
"He'em. Bener banget."
"Kan dia satu-satu nya cowo cengeng. Yang lainnya nggak kali" kata ka Sinta
"Tapi kayanya langsung polling aja deh. Perasaan gue juga jadi ga enak" kata ka Riko
"Yaa, kalo emang gitu, yasudah" kata ka Sinta

Parah yah? Sampe segitunya ngomongin ade kelas. Padahal kan kasian si Yega. Tapi emang terlalu lebay juga sih si Yega nya. Tapi tetep aja kasian. Yaah, pokonya salah Yega dan salah kaka nya juga.

"Karena sekarang udah mendekati jam 9, maka kita langsung ambil polling aja ya."
"Polling apa ka?" tanya salah seorang murid
"Kalian polling siapa kaka yang paling baik, paling bijaksana, paling gokil, lucu, paling aneh, dan paling ga disukai"
"Apa aja tadi ka? Bisa diulangi?"
"Nih, di tulis di papan tulis ya"

Kubaca tulisan di papan tulis :

Kalian tulis di kertas selembar!
Kaka yang paling..
Baik : (contoh:ka Riko)
Bijaksana :
Gokil :
Lucu :
Aneh :
Ga suka :
Tulis masing-masing pilihan satu kaka pembina, go boleh ga diisi, ga boleh dua orang kaka pembina.
Abis itu, dibawahnya tulis :
Kesan :

Pesan :

Dan kumpulkan tanpa tulis nama.

Abis itu, langsung semua murid nyatet tulisan di papan tulis itu, dan mulai mengisi nama kaka kakanya. Kalo menurut ku sih yang paling baik ka Sinta, bijaksana ka Yasmin, gokil ka Riko, lucu ka Putri, aneh ka Putri, ga suka sih sebenernya ga ada, tapi karena wajib, tulis ka Riko aja deh. (Maap maap banget ya ka).

Setelah kurang lebih 20 menit, kami, semua murid 7d sudah diwajibkan mengumpulkan kertas kesan dan pesan kami itu. Dan kami megumpulkannya.

Komentar para kaka kaka nya lucu lucu. Ada yang bilang, 'wih, Riko paling aneh nih yee' ato gak ' yess.. aku paling baik/lucu' dan lain-lain, ekspresinya lucu lucu aja pokonnya, kalo dapet yang jelek langsung marah kesedih-sedihan gitu, kalo dapet yang bagus, langsung nyombongin diri deh.



Nah, part 12 nya udah habis
Semoga pada seneng ya..
Maaf jelek banget ceritanya :p
Maaf ga ketemu-ketemu inti permasalahannya
maaf banget kebanyakan ngoceh
maaf juga soalnya part nya sedikit sedikit
Intinya Mohon Maaf Lahir Batin ajalah
Makannya jangan menyerah, jangan
putus asa, nantikan terus kelanjutannya
di "Menu Blog"

Sabtu, 25 September 2010

E-Novel (electronic novel) part 11

Tapi pokonya itulah, kita beda-beda, dan itu yang buat kita jadi lengkap, saling mengingatkan satu sama lain. Ada yang ga tau, dikasih tau sama yang tau. Punya hobi yang beda-beda jadi bisa saling menceritakan keuntungan dan kerugian dari hobi masing-masing, dan itu lebih seru dari pada ngobrolin satu hal yang udah sering banget kita denger, kita obrolin, dan kita diskusiin, meskipun awalnya itu seru banget, tapi lama-lama bosen juga lah, karena ga ada sesuatu yang baru. Bersyukurlah kamu yang punya temen-temen yang baik sama kamu.

TENG TONG TENG

"Yess, udah bel"
"Horeee"
Suara anak-anak ribut banget saat bel berbunyi


"Nah, karena sekarang udah bel, jadi kalian semua boleh pulang"
kata ka Yasmin
"Yoo, pulang yok pulang" kata ka Riko

Dan benar, akhirnya semua anak berhamburan keluar kelas, layaknya air yang keluar dari gelas yang bocor.

"Ran, rumah kamu dimana?"
"Em, kenapa gitu?"
"Nanya aja, mau pulang bareng?"
"Oh, nggak. Saya di jemput kaka"
"Oh, yaudah. Tapi rumah kamu dimana?"
"Di jalan mekar nomor 12"
(ini alamatnya asal. gatau beneran ada atau nggak)
"Oh, di daerah sana ya?" katanya sambil menunjuk arah jalan
"Iya" kataku tanpa pikir panjang
"Beda arah deh, kalo gitu, saya duluan ya. Sampai ketemu besok"
"Iya, selamat sampai di rumah ya"

Oni dan aku ber-dadah-dadah-an sampai ahirnya Oni pergi meninggalkan ku. Aku duduk di sebuah benda yang tidak ku tau nama benar nya, yang terletak di dekat gerbang sekolah. Tapi aku yakin kalian yang baca cerita ini tau benda itu. Seperti kursi, tapi bukan kursi, bisa dipakai duduk, terbuat dari semen dan batu bata, dan sejenis nya. Dan tingginya sekitar tinggi kursi. Lebih dapat dibilang 'kursi semen', tapi itu bahasaku, aku tidak tau bahasa Indonesia yang baik dan benar nya. Setelah kurang lebih 1 menit, datanglah Aca dan Sela.
"Ran, belum pulang? Nunggu dijemput ya?" kata Sela
"Iya" kataku
"Nunggu bareng Aca aja. Aca juga belum dijemput, sekarang saya pulang duluan ya? Dadah" kata Sela
"Dadah" kataku dan Aca tidak berbarengan


Ahirnya aku disini duduk di 'kursi semen' dengan Aca yang sama-sama belum dijemput, seperti ku.
"Ran, rumahnya dimana?"
"Jalan mekar nomor 12"
"Oh, deket sama rumah Sela dong? Kenapa ga pulang bareng Sela aja tadi?"
"Eh? Emang Sela rumahnya dimana?"
"Katanya sih di jalan mekar juga kaya kamu, kalo ga salah, dia di jalan mekar nomor 9 deh"
"Oh, saya ga tau kalo rumah Sela di jalan mekar juga. Soalnya kan saya baru pindah dari Bogor, masih gatau tempat-tempat. Daerah sekitar rumah aja, saya belom tau."
"Oh, gitu ya? Nanti kamu coba aja cari rumah yang nomor 9. Terus tanya, itu rumah Sela atau bukan. Kalo iya, dan Sela nya juga ada. Kan enak, rumahnya deket"

"Iya juga ya. Yaudah deh, insyaallah nanti saya mampir ke rumahnya"

Abis itu, gak lama, hampir sekitar 2 menit 24 detik kemudian, Aca dijemput. Dan Aca melambaikan tangannya padaku, dan menyuruhku untuk bersabar dan jangan sedih karena tinggal sendirian. Jadi, ku ikuti aja deh, saran darinya.


Sudah lamaa, sekali aku menunggu, ka Fana belum dateng juga. Sekitar 25 menit menunggu sendirian di sekolah adalah hal yang tidak menyenangkan.
Lama-lama aku jadi bosan, ka Fana kok nggak datang-datang. Lama-lama aku jadi bosan, kenapa belum datang? Tiba saatnya di menit ke 37 dan detik ke 16 aku menunggu, ahirnya ka Fana datang juga.
"Ihh, ko lama banget sih?"
"Loh? Emangnya udah berapa jam kamu nungguin?"
"Setengah jam"
"Baru setengah jam aja udah kaya gitu, gimana sih kamu."
"Kan lama"
"Udahlah, kalo gitu maap deh, abis ka Fana nya tadi ada tambahan di sekolah"

"Oke deh"

Sampai juga di rumah, ahirnya pada jam setengah satu, aku sudah bisa merasakan empuknya bantal dan nyamannya tidur di kasur ku yang enaak banget buat ditidur-in. Karena ga ada kerjaan, nge-cek hape dulu deh. Ku lihat ada dua sms, pertama dari Yuni sahabat ku:

Ran, udh lma nih g ktmu. km gmn kbarnya? baik psti, soalnya km kan orng nya kuat ran. Ran, ini nmr sya yg bru, d smpen y. yg lmanya rsak. Hp syanya kcbur k kolm ikn yg d blkng rmh sy itu tuh ran. Rsak deh krtunya. Tpi hpnya baik2 aja. anh ya? Hihi :D
-Funi Funny-

Ternyata si Yuni ganti nomor hp. Oke deh, lanjut ke sms kedua, dari sang pengirim misterius :

Hey, runi. Em, kmu bru plng sklah? Sru g sklh nya?
Cma nnya itu doang ko. G mcem2.
Thnks y run. met sklah :)))

Apa aja deh. Ga peduli sama sms kedua. Yang penting sms pertama. Segera ku simpan nomor Yuni yang baru. Dan setelah itu, tiba-tiba aku teringat dengan Sela, aku bilang pada Aca akan ke rumah Sela. Kulihat jam, sekarang jam setengah tiga. Yaudah deh, aku langsung berangkat. Pamit dulu ke ka Fana, dan kayanya ka Fana bersikap 'peduli amat' sama aku. Karena dia ga ngerespon yang bagus-bagus, cuma bilang "Yaudah, sana". Euh, sangat-sangat tidak perhatian.

Keluar rumah, ku lihat sebelah rumahku, nomor 11 makin kesana ku lihat angkanya semakin kecil. Dan ahirnya kutemukan juga rumah nomor 9 yang Aca bilang. Ku ketok rumahnya, dan mengucap salam.

"Assalamu'alaikum" kata ku
"Wa'alaikumsalam" jawab seseorang di dalam rumah, yang ku tau, suaranya ga mirip suara Sela.

Pintu dibuka
"Cari siapa ya de?" kata ibu yang membukakan itu
"Emm, ini rumahnya Sela?"
"Iya, ini temennya Sela ya?"
"Iya"
"Mau ketemu Sela? Sela nya ada ko, dipanggil dulu ya"
Aku mengangguk tanda mengiyakan. Dan ibu itu yang ku duga adalah ibu nya Sela berlalu meninggalkanku, untuk memanggil Sela.

Ga lama, Sela udah muncul dihadapanku.
"Loh? Ran? Ngapain kamu kesini?"
"Hehe, mampir aja. Ngunjungin tetangga kan ga salah"
"Eh? Rumah kamu deket sini?"
"Iya, itu, yang nomor 12"
"Kamu adenya ka Fana?"
"Kamu tau ka Fana?"
"Tau lah, kan suka ketemu kalo ka Fana lagi lari pagi hari minggu."
"Oh, he, iya. Ka Fana kaka saya"
"Berarti kita tetenggaan dong?"
"Iya"
"Ko kamu tau ini rumah saya?"
"Aca yang ngasih tau"
"Oh, pas pulang sekolah tadi ya?"
"Iya"
"Besok mau berangkat bareng ga? Terus pulang bareng juga?"
"Boleh, boleh. Lagian ka Fana juga pasti setuju banget."
"Yee. Sekarang bisa bareng Ran terus deh, jadi ada temen ke sekolah"
"Hehe"

Dan setelah itu, aku dan Sela mengobrol seputar daerah Serang, daerah rumah kita, daerah sekolah, dan jalan untuk ke sana. Dan kami juga merencanakan dan memikirkan berbagai hal yang aneh-aneh. Waktu terasa begitu cepat, ga kerasa udah jam lima.

"Sel, udah sore banget. Aku pulang dulu ya?"
"Oh, iya iya. Lagian kan deket, jadi kalo ada apa-apa gampang. Dadah Ran"
"Dah Sela"

Aku pun merasa lega karena aku ga salah alamat, aku juga lega karena ternyata Sela sangat senang aku menjadi tetangga nya. Nampaknya dia sangat antusias ketika melihat ku. Padahal tadinya, ku pikir dia tidak terlalu menyukai aku.

"Udah Ran? Kemana tadi kamu?"
"Yeeh, ka Fana tadi ga dengerin Ran waktu Ran pamit ya?"
"Abis, ka Fana kan sibuk ngerjain tugas"
"Ke rumah Sela ka"
"Sela? Em, Sela yang rumahnya nomor 9 itu bukan?"
"Iya! Bener banget. Dia itu temen sekelas Ran sekarang"
"Oh, bagus dong, temen kamu deket rumah"
"Iya, tadi Ran diajakin Sela berangkat sama pulang sekolah bareng. Dan Ran yakin ka Fana pasti setuju."
"Wah, setuju banget lah, jadi ka Fana ga usah repot-repot nganterin kamu deh. Asik"
"Makannya, ka Fana seneng, Ran juga seneng deh, Sela juga. Pokonya semua seneng"

Selesai lah percakapan ku dan ka Fana sore itu. Kita percepat saja sampai saat dimana aku berangkat sekolah. Seperti biasa, sebelum aku mau berangkat sekolah, pasti bersiap-siap dulu. Dan setelah siap, aku berpamitan pada ka Fana yang masih setengah tidur setengah bangun. Aku melangah penuh harapan bahagia ke rumah Sela, dan ternyata Sela sudah menungguku. Ahirnya kami berangkat sama-sama.

Di jalan, kami ngobrol-ngobrol
"Ran, hari ini bakalan ada apa ya?"
"Yaa, liat aja nanti"

Ahirnya, setelah kurang lebih 23 menit, kami sampai di sekolah tercinta. Aku dan Sela memasuki kelas 7d dan melihat ada Aca, Galih, Deni yang mengobrol, dan ada juga anak-anak yang lainnya yang sibuk sendiri. Kuletakan tas ku di sebelah Deni, dan Deni di sebelah Galih, Aca di belakang Deni, dan Sela di belakang ku. Kurasa, nanti Oni duduk di sebelah ku.

Okelah kawan-kawan seperjuangan
Ini ahir dari part 11
dan semoga saja ini dapat menghibur hati kawan
semoga cerita-cerita ini
bisa bermanfaat dan menghibur
Maaf bila ada salah kata, kalau berkenan, tolong
di komen. Kasih saran
Makasih untuk semuanya
Jangan menyerah, Jangn putus asa
Nantikan terus kelanjutannya di
"Menu Blog"

Minggu, 12 September 2010

E-Novel (electronic novel) part 10

Inilah dia, awal dimana kami ber-tujuh menemukan nama 'Dygosar' yang sebenernya usul Sela. Tapi usul Galih juga untuk gabungin inisial, pokonya nama ini nama milik kita, kita punya nama 'Dygosar' dan kita sangat bangga. Hehehe.

"Oke, semua kelompok udah dapet nama belom?"
"Udah ka"

"Nah, bagus. Sekarang sebutin nama kelompoknya, sama artinya. Soalnya, setiap nama pasti punya arti dong. Ya nggak?"
"Iya ka"

"Oke, mulai dari kamu"
"The Mystery Team"
"Wuih, keren tuh, apa artinya?"

"Yaa, Tim Misteri ka."
"Maksudnya, kenapa milih nama The Mystery Team itu?"
"Oh, soalnya kita semua suka yang misteri misteri ka, yang kasus kasus gitu ka"

"Nah, sekarang kamu, kelompok yang belakang nya"
"Namanya AcakAcak"
"Wah. Kenapa tuh? Apa kelompoknya acak-acakan?"
"Betul itu ka, kelompok ini mah amburadul, acak-acakan banget ka"
"Haha, yaudah. Ayo sebelahnya"
"Kalo kita nama kelompoknya Bikerss"
"Hemm, gara-gara pada hobi main sepedah?"
"Bukan ka, itu gabungan nama kita ka, tulisannya be i ka e er es es ka, es nya dua. Jadi Baya, Ilo, Karan, Etta, Rady, Soraya, sama Sulfa"
"Welaah, boleh nih." kata ka Sinta
"Lanjut. Yang terahir" kata ka Yasmin
"Emm, nama kelompok kita, Dygosar" kata Galih
"Apa itu? Gabungan nama juga?"
"Iya ka" kata Galih
"Sebutin siapa aja" kata ka Riko
"Em, Deni, Yega, Galih, Oni, Sela, Aca, Runi"
"Oke, bagus juga" kata ka Putri
"Nah, abis ini tentuin sendiri ketuanya dan lain-lain nya, bentar lagi kita pulang, tunggu bel aja sekarang. Sambil diskusi ketua kelompoknya" kata ka Yasmin

Anak-anak pun pada sibuk sekelompok, tapi ada juga anak yang sibuk sendiri. Yah, pada nge-diskusi-in ketua kelompok nya lah, ada yang diskusi tentang kaka kaka nya lah, ada yang cerita-cerita pengalaman liburan kemaren, ada yang tidur saking capek nya kali ya. Pokonya macem-macem ajalah, tapi Dygosar sedang sepakat-sepakatnya memilih Galih sebagai ketua, secara dia KM, dia yang pinter ngomong, yaah, gitu deh. Berorganisasi, cocok jadi OSIS deh.
"Jadi, sekarang udah pasti dan udah di tentuin, ketuanya Galih" kata Yega
"Yaah, mau gimana lagi? satu lawan banyak, ya menang banyak lah"
"Hahaha"

Kami tertawa dan mengobrol, juga sedikit ngelawak. Menurut pendapat ku dari anggota kelompok ku, aku anggap Deni sebagai orang yang membangkitkan semangat, Yega sebagai yang paling banyak tingkah, dan lumayan ngocak, Galih yang cocok banget jadi pemimpin semuanya, Oni yang keliatannya pendiem padahal super ramah dan bahasa yang dipakenya santai tapi sopan, Sela yang bener-bener punya banyak ide hebat, bagus dan memikirkan ide-ide nya itu, cocok jadi detektif yang mikirnya pake logika dan cepet banget nyambung nya, sementara Aca, kuperhatiin deket banget sama Sela, mereka emang udah sahabatan banget kaya nya, tapi tetep bergaul sama yang lain juga, Aca itu lumayan banyak omong, tapi omongan nya selalu singkat padat dan tepat, gak tele tele, ga basa basi, langsung inti nya aja, jadi orang juga nyambung-nyambung aja ngobrol sama Aca, dan terahir aku, Runi yang sebenernya lebih merasa nyaman dipanggil Ran.

"Runi, kita manggil kamu Ran aja ya? Biar rada-rada seru gitu deh"kata Yega
"Oh, boleh ko, boleh. Justru emang lebih enak manggil Ran aja kali" kata ku
"Oke deh, kalo Aca dipanggil Aca atau mau diganti Caca?"
"Aca, kalo Ran kan emang dipanggil Ran dari sana nya, kalo aku Aca"
"Boleh lah, kalo Sela?"
"Cukup Sela, gausah tambah kurang"
"Heheh, lanjut, Oni. Kamu mau dipanggil Oni aja?"
"Iya dong. Nama itu punya ku, dan aku bangga mengakuinya sebagai namaku"
"Hebat, salut Ni. Kalo Galih, panggilnya apa ya?"
"Galih aja ah, jangan macem-macem kamu Yeg"
"Hehe, jangan berubah ganas dong, lanjut ke Deni aja deh"
"Kalo saya udah pasti Deni dong. Deni gitu loh, ya gak?"
"Okelah kalo beg begitu" kata Yega
"Ceilah Ga, kapan sembuhnya kamu nih?" kata Deni

Yah, gini nih, Yega itu aktif banget. Kadang suka asbun, asal bunyi, tapi Deni juga suka gitu. Cuma Yega itu beda banget sama Yega yang aku kira sebelum kenalan, aku kira dia itu pendiem, pinter, rajin, dan bertanggung jawab, eh gatau nya dia super hiperbola. Tapi ga apa-apa, kalo dia pendiem, nantinya ga bakalan seru Dygosar nya.

Tapi pokonya itulah, kita beda-beda, dan itu yang buat kita jadi lengkap, saling mengingatkan satu sama lain. Ada yang ga tau, dikasih tau sama yang tau. Punya hobi yang beda-beda jadi bisa saling menceritakan keuntungan dan kerugian dari hobi masing-masing, dan itu lebih seru dari pada ngobrolin satu hal yang udah sering banget kita denger, kita obrolin, dan kita diskusiin, meskipun awalnya itu seru banget, tapi lama-lama bosen juga lah, karena ga ada sesuatu yang baru. Bersyukurlah kamu yang punya temen-temen yang baik sama kamu.

Oke, beneran, sekarang aku jujur
part ini pendek banget
soalnya di kerjain hanya dalam satu malam, ga nyampe malah
paling 1 jam kurang lebih
jadi tolong maklumi kurang lebihnya ya
Saya juga manusia yang punya
banyak salah. Nggak sempurna
Tapi kalau mau tau kelanjutannya, jangan
menyerah, jangan putus asa, nantikan
terus kelanjutannya di "Menu Blog"