Sabtu, 25 September 2010

E-Novel (electronic novel) part 11

Tapi pokonya itulah, kita beda-beda, dan itu yang buat kita jadi lengkap, saling mengingatkan satu sama lain. Ada yang ga tau, dikasih tau sama yang tau. Punya hobi yang beda-beda jadi bisa saling menceritakan keuntungan dan kerugian dari hobi masing-masing, dan itu lebih seru dari pada ngobrolin satu hal yang udah sering banget kita denger, kita obrolin, dan kita diskusiin, meskipun awalnya itu seru banget, tapi lama-lama bosen juga lah, karena ga ada sesuatu yang baru. Bersyukurlah kamu yang punya temen-temen yang baik sama kamu.

TENG TONG TENG

"Yess, udah bel"
"Horeee"
Suara anak-anak ribut banget saat bel berbunyi


"Nah, karena sekarang udah bel, jadi kalian semua boleh pulang"
kata ka Yasmin
"Yoo, pulang yok pulang" kata ka Riko

Dan benar, akhirnya semua anak berhamburan keluar kelas, layaknya air yang keluar dari gelas yang bocor.

"Ran, rumah kamu dimana?"
"Em, kenapa gitu?"
"Nanya aja, mau pulang bareng?"
"Oh, nggak. Saya di jemput kaka"
"Oh, yaudah. Tapi rumah kamu dimana?"
"Di jalan mekar nomor 12"
(ini alamatnya asal. gatau beneran ada atau nggak)
"Oh, di daerah sana ya?" katanya sambil menunjuk arah jalan
"Iya" kataku tanpa pikir panjang
"Beda arah deh, kalo gitu, saya duluan ya. Sampai ketemu besok"
"Iya, selamat sampai di rumah ya"

Oni dan aku ber-dadah-dadah-an sampai ahirnya Oni pergi meninggalkan ku. Aku duduk di sebuah benda yang tidak ku tau nama benar nya, yang terletak di dekat gerbang sekolah. Tapi aku yakin kalian yang baca cerita ini tau benda itu. Seperti kursi, tapi bukan kursi, bisa dipakai duduk, terbuat dari semen dan batu bata, dan sejenis nya. Dan tingginya sekitar tinggi kursi. Lebih dapat dibilang 'kursi semen', tapi itu bahasaku, aku tidak tau bahasa Indonesia yang baik dan benar nya. Setelah kurang lebih 1 menit, datanglah Aca dan Sela.
"Ran, belum pulang? Nunggu dijemput ya?" kata Sela
"Iya" kataku
"Nunggu bareng Aca aja. Aca juga belum dijemput, sekarang saya pulang duluan ya? Dadah" kata Sela
"Dadah" kataku dan Aca tidak berbarengan


Ahirnya aku disini duduk di 'kursi semen' dengan Aca yang sama-sama belum dijemput, seperti ku.
"Ran, rumahnya dimana?"
"Jalan mekar nomor 12"
"Oh, deket sama rumah Sela dong? Kenapa ga pulang bareng Sela aja tadi?"
"Eh? Emang Sela rumahnya dimana?"
"Katanya sih di jalan mekar juga kaya kamu, kalo ga salah, dia di jalan mekar nomor 9 deh"
"Oh, saya ga tau kalo rumah Sela di jalan mekar juga. Soalnya kan saya baru pindah dari Bogor, masih gatau tempat-tempat. Daerah sekitar rumah aja, saya belom tau."
"Oh, gitu ya? Nanti kamu coba aja cari rumah yang nomor 9. Terus tanya, itu rumah Sela atau bukan. Kalo iya, dan Sela nya juga ada. Kan enak, rumahnya deket"

"Iya juga ya. Yaudah deh, insyaallah nanti saya mampir ke rumahnya"

Abis itu, gak lama, hampir sekitar 2 menit 24 detik kemudian, Aca dijemput. Dan Aca melambaikan tangannya padaku, dan menyuruhku untuk bersabar dan jangan sedih karena tinggal sendirian. Jadi, ku ikuti aja deh, saran darinya.


Sudah lamaa, sekali aku menunggu, ka Fana belum dateng juga. Sekitar 25 menit menunggu sendirian di sekolah adalah hal yang tidak menyenangkan.
Lama-lama aku jadi bosan, ka Fana kok nggak datang-datang. Lama-lama aku jadi bosan, kenapa belum datang? Tiba saatnya di menit ke 37 dan detik ke 16 aku menunggu, ahirnya ka Fana datang juga.
"Ihh, ko lama banget sih?"
"Loh? Emangnya udah berapa jam kamu nungguin?"
"Setengah jam"
"Baru setengah jam aja udah kaya gitu, gimana sih kamu."
"Kan lama"
"Udahlah, kalo gitu maap deh, abis ka Fana nya tadi ada tambahan di sekolah"

"Oke deh"

Sampai juga di rumah, ahirnya pada jam setengah satu, aku sudah bisa merasakan empuknya bantal dan nyamannya tidur di kasur ku yang enaak banget buat ditidur-in. Karena ga ada kerjaan, nge-cek hape dulu deh. Ku lihat ada dua sms, pertama dari Yuni sahabat ku:

Ran, udh lma nih g ktmu. km gmn kbarnya? baik psti, soalnya km kan orng nya kuat ran. Ran, ini nmr sya yg bru, d smpen y. yg lmanya rsak. Hp syanya kcbur k kolm ikn yg d blkng rmh sy itu tuh ran. Rsak deh krtunya. Tpi hpnya baik2 aja. anh ya? Hihi :D
-Funi Funny-

Ternyata si Yuni ganti nomor hp. Oke deh, lanjut ke sms kedua, dari sang pengirim misterius :

Hey, runi. Em, kmu bru plng sklah? Sru g sklh nya?
Cma nnya itu doang ko. G mcem2.
Thnks y run. met sklah :)))

Apa aja deh. Ga peduli sama sms kedua. Yang penting sms pertama. Segera ku simpan nomor Yuni yang baru. Dan setelah itu, tiba-tiba aku teringat dengan Sela, aku bilang pada Aca akan ke rumah Sela. Kulihat jam, sekarang jam setengah tiga. Yaudah deh, aku langsung berangkat. Pamit dulu ke ka Fana, dan kayanya ka Fana bersikap 'peduli amat' sama aku. Karena dia ga ngerespon yang bagus-bagus, cuma bilang "Yaudah, sana". Euh, sangat-sangat tidak perhatian.

Keluar rumah, ku lihat sebelah rumahku, nomor 11 makin kesana ku lihat angkanya semakin kecil. Dan ahirnya kutemukan juga rumah nomor 9 yang Aca bilang. Ku ketok rumahnya, dan mengucap salam.

"Assalamu'alaikum" kata ku
"Wa'alaikumsalam" jawab seseorang di dalam rumah, yang ku tau, suaranya ga mirip suara Sela.

Pintu dibuka
"Cari siapa ya de?" kata ibu yang membukakan itu
"Emm, ini rumahnya Sela?"
"Iya, ini temennya Sela ya?"
"Iya"
"Mau ketemu Sela? Sela nya ada ko, dipanggil dulu ya"
Aku mengangguk tanda mengiyakan. Dan ibu itu yang ku duga adalah ibu nya Sela berlalu meninggalkanku, untuk memanggil Sela.

Ga lama, Sela udah muncul dihadapanku.
"Loh? Ran? Ngapain kamu kesini?"
"Hehe, mampir aja. Ngunjungin tetangga kan ga salah"
"Eh? Rumah kamu deket sini?"
"Iya, itu, yang nomor 12"
"Kamu adenya ka Fana?"
"Kamu tau ka Fana?"
"Tau lah, kan suka ketemu kalo ka Fana lagi lari pagi hari minggu."
"Oh, he, iya. Ka Fana kaka saya"
"Berarti kita tetenggaan dong?"
"Iya"
"Ko kamu tau ini rumah saya?"
"Aca yang ngasih tau"
"Oh, pas pulang sekolah tadi ya?"
"Iya"
"Besok mau berangkat bareng ga? Terus pulang bareng juga?"
"Boleh, boleh. Lagian ka Fana juga pasti setuju banget."
"Yee. Sekarang bisa bareng Ran terus deh, jadi ada temen ke sekolah"
"Hehe"

Dan setelah itu, aku dan Sela mengobrol seputar daerah Serang, daerah rumah kita, daerah sekolah, dan jalan untuk ke sana. Dan kami juga merencanakan dan memikirkan berbagai hal yang aneh-aneh. Waktu terasa begitu cepat, ga kerasa udah jam lima.

"Sel, udah sore banget. Aku pulang dulu ya?"
"Oh, iya iya. Lagian kan deket, jadi kalo ada apa-apa gampang. Dadah Ran"
"Dah Sela"

Aku pun merasa lega karena aku ga salah alamat, aku juga lega karena ternyata Sela sangat senang aku menjadi tetangga nya. Nampaknya dia sangat antusias ketika melihat ku. Padahal tadinya, ku pikir dia tidak terlalu menyukai aku.

"Udah Ran? Kemana tadi kamu?"
"Yeeh, ka Fana tadi ga dengerin Ran waktu Ran pamit ya?"
"Abis, ka Fana kan sibuk ngerjain tugas"
"Ke rumah Sela ka"
"Sela? Em, Sela yang rumahnya nomor 9 itu bukan?"
"Iya! Bener banget. Dia itu temen sekelas Ran sekarang"
"Oh, bagus dong, temen kamu deket rumah"
"Iya, tadi Ran diajakin Sela berangkat sama pulang sekolah bareng. Dan Ran yakin ka Fana pasti setuju."
"Wah, setuju banget lah, jadi ka Fana ga usah repot-repot nganterin kamu deh. Asik"
"Makannya, ka Fana seneng, Ran juga seneng deh, Sela juga. Pokonya semua seneng"

Selesai lah percakapan ku dan ka Fana sore itu. Kita percepat saja sampai saat dimana aku berangkat sekolah. Seperti biasa, sebelum aku mau berangkat sekolah, pasti bersiap-siap dulu. Dan setelah siap, aku berpamitan pada ka Fana yang masih setengah tidur setengah bangun. Aku melangah penuh harapan bahagia ke rumah Sela, dan ternyata Sela sudah menungguku. Ahirnya kami berangkat sama-sama.

Di jalan, kami ngobrol-ngobrol
"Ran, hari ini bakalan ada apa ya?"
"Yaa, liat aja nanti"

Ahirnya, setelah kurang lebih 23 menit, kami sampai di sekolah tercinta. Aku dan Sela memasuki kelas 7d dan melihat ada Aca, Galih, Deni yang mengobrol, dan ada juga anak-anak yang lainnya yang sibuk sendiri. Kuletakan tas ku di sebelah Deni, dan Deni di sebelah Galih, Aca di belakang Deni, dan Sela di belakang ku. Kurasa, nanti Oni duduk di sebelah ku.

Okelah kawan-kawan seperjuangan
Ini ahir dari part 11
dan semoga saja ini dapat menghibur hati kawan
semoga cerita-cerita ini
bisa bermanfaat dan menghibur
Maaf bila ada salah kata, kalau berkenan, tolong
di komen. Kasih saran
Makasih untuk semuanya
Jangan menyerah, Jangn putus asa
Nantikan terus kelanjutannya di
"Menu Blog"

1 komentar: